Syukuri Apa Adanya!!!

Hmmm… Ini sebuah true story dari sobatku.. *Aku nulis cerita inspirasi ini dengan menceritakan semua yang terjadi dengannya memang dengan sepengetahuannya juga, so semoga cerita ini bisa berguna dan sangat membantu kita untuk terus dan terus menjadi individu yang baik dan lebih baik lagi… semoga yang putus asa kembali semangat… semoga yang sering berkeluh kesah menjadi positif thinking… ini juga sangat bermanfaat untuk aku, sosok sobatku yang menjadi sumber inspirasiku…

Aku punya seorang sobat alias sahabat, sebut saja namanya Siska. Dia terlahir dari keluarga yang sangat mampu tetapi karena sesuatu hal akhirnya mengalami kebangkrutan. Mungkin karena keadaan awalnya memang dia terlahir dengan segala sesuatu yang serba ada dan dia memang menjadi anak kesayangan. Semua yang diinginkannya pasti ada, seperti layaknya sang putri raja, begitulah kehidupan awalnya. Awalnya, aku mengenal dia sebagai seorang siska yang manja, egois, kasar, dan sombong. Tapi sejak kejadian kebangkrutan orang tuanya (ada sekitar 15 tahun yang lalu), dia belajar dan belajar menjadi sosok yang mandiri dan benar-benar menjadi sosok yang survive banget. Kira-kira 2 tahun yang lalu, dia terus mengalami kesusahan yang sangat-sangat berat, mengalami kemalangan, mengalami cobaan yang benar-benar berat. Dari dia yang di vonis mengidap kista (syukurlah hal ini bisa dilaluinya dengan senyuman manis), sampai papanya meninggal dunia. Dan dia menjadi tulang punggung keluarga sejak 10 tahun terakhir. Aku tau kejadian itu, dia bener-bener survive dan dia tak pernah sedikit pun berkeluh kesah denganku. Hal yang paling parah yang pernah aku liat dengan mata kepalaku sendiri, dia hanya menangis sebentar dan secepat kilat dia tersenyum padaku. Sebuah kalimat yang selalu dia katakan padaku, “Mer, doain aku bisa survive yah!!! Aku tetap bersyukur dengan semua ini. Dan makasi kamu selalu memberiku sebuah cerita inspirasi untuk bangkitkan semangat-semangatku yang hampir pecah berkeping-keping”

Hmmm… Jujur dalam hatiku, aku menangis melihatnya, tapi saat itu aku tak menunjukkan itu padanya. Jadi solusinya memang aku hanya bisa nemenin dia curhat dan selalu memberikan sebuah cerita inspirasi untuk tetap membuatnya survive. Hari ini merupakan hari yang sangat bahagia yang aku tau terjadi padanya. Sosok Siska yang lama tak ku tau kabar beritanya, sekarang ku tau dia menjadi pengusaha yang sukses (beberapa bulan, hmmm… hampir setahun lebih memang lost contact karena aku yang sok sibuk, hehehehehe…). Bayangkan dalam waktu setahunan, dia bisa membangun sebuah impiannya yang dari dulu selalu diimpi-impikannya. Dia sukses dengan usaha dagangnya di bidang makanan (buka café gitu deh!) dan penyakit-penyakit sejenis kemalangan, kesusahan de el el sudah ngak ada lagi. Amin!

Sebuah kalimat baru yang baru saja diucapkannya, “Mer, terimakasih karena support kamu juga aku bisa seperti ini. Memang mensyukuri apa yang ada, entah itu menyenangkan ataupun menyakitkan, baik ataupun buruk, itu sangat perlu ditekankan ke diri kita. Tidak hanya kita hanya bisa menerima dan mensyukuri segala hal yang hanya membawa kita ke hal-hal yang membahagiakan dan menyenangkan hati saja”

Aku tersenyum dan aku menjawab, “Amin, Tuhan sayang kita semua. Beliau punya cara untuk memberikan kita hadiah yang sangat istimewa. Tetaplah pasrah dan yakin akan cinta kasih NYA!!!”

Sepenggal cerita tadi, hmmm lebih detailnya TRUE STORY dari sobatku Siska sudah memberikan kita sebuah inspirasi baru untuk selalu dan selalu mensyukuri rahmat TUHAN, dan menerima apa adanya!

Buat sobatku yang aku beri nama samaran Siska, “Keep survive yah!!! GBU…”

Created By : Meryanti Liem

Kembalilah Ke Rumah Kita!!!

Mencoba tuk mengulang kembali nasehat indah dari PAK GEDE PRAMA saat acara DHAMMA TALK di ARDA CANDRA – ART CENTER beberapa waktu lalu…

Hmmm…. Kok merry jadi… jadi… hehehehe… *mahap, ada iklan lewat… mari lanjut gan :D

Tema dari DHAMMA TALK itu adalah KESEDIHAN, KEBAHAGIAAN, & KEBEBASAN
Saat itu Pak Gede Prama memberi nasehat seperti ini, mari kita renungkan dalam-dalam…
(Saat itu beliau mengatakan kata-kata indah sambil menangis, tak terasa air mataku pun berjatuhan, seakan merasakan isi hati Pak Gede Prama yang ingin mengungkapkan semua itu agar kita kembali ke rumah kita yang sebenar-nya)
Kebencian bukan rumah kita…
Kemarahan bukan rumah kita…
Iri hati bukan rumah kita…
Kebodohan bukan rumah kita…
Keakuan bukan rumah kita…
Keserakahan bukan rumah kita…
Semua hal-hal itu bukanlah rumah kita…
Rumah kita sesungguhnya adalah cinta kasih…
Rumah kita sesuangguhnya adalah saling menyayangi…
Mari…
Mari…
Mari kita pulang ke rumah kita sesungguhnya…

Beliau juga bercerita tentang sebuah syair *mahap, ini merry beneran lupa sapa penulis syair itu… hehehehe…
Lama saya ketok pintu…
Lama tak dibuka…
Tat kala pintu itu dibuka…
Saya ada didalamnya…

Saudara-saudara, teman-teman, sahabat-sahabat, soang-soang, dan semua yang membaca tulisan merry ini… Mery ingin menyampaikan…
Dari kedua hal itu, merry artikan lebih detail lagi maksud dan tujuan yang ingin beliau sampaikan…
Kita hidup sebagai manusia, perbanyaklah berbuat baik untuk bekal saat kematian itu menjemput…
*jadi teringat tulisan merry yang judulnya KEMATIAN
Kesempatan hidup menjadi manusia adalah KEBERUNTUNGAN yang LUAR BIASA, apalagi terlahir di keluarga dan lingkungan dengan tingkat SEPIRITUAL yang TINGGI…
Dapat mengerti dan memahami maksud PAK GEDE PRAMA diatas adalah BERKAH UTAMA…
Apalagi dapat menjalankan semua itu merupakan BERKAH UTAMA banget!!!

Beliau dan juga BHANTE PANNA menganjurkan kita untuk tidak melekat pada KESEDIHAN & KEBAHAGIAAN…

Merry masih ingat beliau-beliau itu berkata, “Setiap kesedihan itu muncul… Sadarilah… Setiap kesenangan itu mucul.. Sadarilah… Apapun bentuk-bentuk pikiran yang muncul… Sadarilah… Lewati dualitas tersebut… Sampai akhirnya kita berada disuatu kondisi yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan saja…”

Satu pesan terindah disaat penghujung acara itu PAK GEDE PRAMA berkata, “Memandanglah seperti langit, bertindaklah seperti bumi”
Memandanglah seperti langit maksudnya pandanglah semua hal di dunia ini dari kacamata KEBAIKAN, bukan berarti kalo KORUPSI, MEMPERKOSA, MENCURI, MEMBUNUH itu BAIK, mari kita lanjutkan arti kedua dibawah ini…
Bertindaklah seperti bumi maksudnya kita berbuat baik pasti akan mendapatkan kebaikan, kita berbuat jahat pasti akan mendapatkan kejahatan pula… Mereka yang menanam jagung di bumi ini, pasti akan panen jagung, begitu juga mereka yang menanam padi di bumi ini, pasti akan panen padi…

Semoga beberapa ringkasan dari nasehat beliau-beliau itu dapet kita mengerti, pahami, dan jalankan!!!
Eitssssssssss………..
STOP…..!!!
Jangan cepat berkata “SULIT” karena merry yakin, ini juga berdasarkan ilmu psikologi yang sudah merry pelajari dan sudah beberapa kali dipraktekkan… Bila kita merasa itu SULIT, alangkah baeknya bila kita berkata, “GAMPANG bila kita mau berusaha dan berusaha untuk menjadi baek”

Sekian pidato kenegaraan merry, karena waktu yang terbatas… Merry kembalikan pada ketua panitia acara ini… lahhhhh… kok?!?!?! :) )

SEMOGA BERMANFAAT UNTUK KITA SEMUA!!!

Salam,

Meryanti Liem

Kematian

Kematian itu akan datang menjemput

Cepat ataukah lambat

Sudah siapkah diri kita akan hal itu?

Selagi bisa berbuat baek

Perbanyaklah berbuat baek untuk bekal saat kematian itu menjemput

Created By : Meryanti Liem

Mampukah kita mencintai tanpa syarat???

Aku ngak sengaja baca dadi FB note Uswatun Hasanah

Semoga sebuah cerita yang dikutip Uswatun Hasanah darhttp://quran.kawanda.net

Based on True Story..

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa-apa saja yang dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yang masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yang sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”.

Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya “sudah yang keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baiknya secara bergantian”.

Pak suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anak mereka. “Anak-anakku ……… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah….. .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yang selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini. kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak suyatno merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu..

Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa..disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.

“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu.

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit..”

Ketekunan dan disiplin itu penting banget…

Teringat kejadian yang aku alami seminggu yang lalu… Saat aku ke salon, aku bertemu dengan seseorang yang memberikan inspirasi baru dalam hidupku… (alah gaye amat mer… Hehehehe…)

Ia begitu mencintai profesinya sebagai penata rias…

Begitu terlihat dari cara ia bekerja, keterampilan tangannya…

Dan hasil akhirnya…

Menakjubkan…

Benar-benar memberikan nilai kepuasan tersendiri bagi customernya…

Aku sempet terkagum-kagum…

Dalam pikirku aku berkata, begini toh yang bisa disebut orang sukses dalam kariernya… Begini toh orang yang benar-benar tekun dan displin sampai di masa-masa puncak kejayaannya…

Dari cerita-ceritanya bersamaku, aku menyadari sebuah puncak kejayaan tidak akan berhasil digapai bila kita tidak melakukan sesuatu itu dengan ketekunan dan disiplin…

Banyak orang yang melakukan sesuatu itu hanya bisa dikatakan semangat bir saja… Bertahan untuk beberapa saat saja dan kemudian menghilang dan kembali ke kondisi pikiran yang tidak ada semangat… letih, lesu, lunglai (hahahaha, itu mah gejala kurang darah alias anemia…)

Sekarang pertanyaannya adalah…

Bagaimana caranya kita bisa terus menuju puncak kesuksesan itu????

Ada beberapa tips dan triknya untuk melakukan hal itu, antara lain:

1. Menjaga pikiran kita jangan sampai gelombang pikiran kita ada dibawah level standar

*Mau tau lebih jelas tentang ini… Tanya ke aku aje nanti :)

2. Mencari teman ato berteman dengan teman yang yang bisa memberikan semangat dan inspirasi baru bagi kita

3. Usaha keras

4. Pasrah (jangan banyak mengeluh!!!)

5. Syukur

Mari kita gapai semua impian kita dengan ketekunan dan disiplin…

Semoga semua impian kita bisa terwujud dan mencapai puncak kejayaan… :)

Peace

Meng Yi

Bersyukurlah!!!

Bersyukur untuk masa-masa sulit, karena di masa itu kamu akan tumbuh
Bersyukur untuk keterbatasanmu, karena itu akan memberikan kesempatan untuk berkembang
Bersyukur untuk setiap tantangan, karena itu akan membangun kekuatan dan keraktermu
Bersyukur untuk kesalahan yang kamu perbuat, karena itu akan memberikan pelajaran berharga untukmu
* asal jangan mengulangi perbuatan salah itu dengan alasan harus bersyukur :D *

Dan bersyukurlah kalau kamu bisa bersyukur
* dapet masukkan dari pak made sudiarta, hihihi… thanks :) *
Note: Dijiplak dari kiriman sms temanku, hihihi…

Apa arti cinta sebenarnya?!?!

Cinta yang tulus tanpa mengharapkan apa-apa…

Membiarkan mereka menjadi diri mereka sendiri…

Siap menjadi sahabat mereka dikala mereka dalam kesusahan & kesedihan…

Ataukah…

Cinta yang selalu ingin mereka seperti apa yang kita mau…

Menuntut mereka sesuai dengan keinginan kita…

Menghilang dari mereka dikala mereka dalam kesusahan & kesedihan…

Cinta seperti apakah yang anda pilih?

Cinta seperti apakah yang anda rasakan sekarang?

Sehatkah cinta anda itu?

Dan pataskah anda berjuang demi cinta itu?

Semoga kita semua bisa mengerti cinta mana yang pantas kita perjuangkan…

Tidak hanya pada lawan jenis saja tetapi cinta untuk semua, tidak memilah-milah antara laki-laki ataupun perempuan…

Peace

Meng Yi Liem

Hidup Tentram

Mereka tidak menyesalkan masa lampau
Mereka tidak mendambakan yang belum datang
Mereka memenuhi diri mereka sendiri
Dengan apa yang mereka terima
Karena itu, mereka tampak tentram senantiasa
(From : Buddha)

Secrets To Success

There are no secrets to success
It is the result of preparation hard work, and learning from failures
(From : Colin Powell)

Hari Yang Indah

Pagi hari menyambut diriku
Kicauan suara burung mulai terdengar
Udara segar memberiku semangat
Suasana ini yang memberikan kesejukan hati

Senang
Tenang
Damai

Inginku ulangi hari-hariku ini
Mengawali dengan memaknai kehidupan ini
Mensyukuri apa yang sudah aku terima
Dan manjaga pikiranku agar tetap seperti ini

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.