Mencoba tuk mengulang kembali nasehat indah dari PAK GEDE PRAMA saat acara DHAMMA TALK di ARDA CANDRA – ART CENTER beberapa waktu lalu…
Hmmm…. Kok merry jadi… jadi… hehehehe… *mahap, ada iklan lewat… mari lanjut gan
Tema dari DHAMMA TALK itu adalah KESEDIHAN, KEBAHAGIAAN, & KEBEBASAN
Saat itu Pak Gede Prama memberi nasehat seperti ini, mari kita renungkan dalam-dalam…
(Saat itu beliau mengatakan kata-kata indah sambil menangis, tak terasa air mataku pun berjatuhan, seakan merasakan isi hati Pak Gede Prama yang ingin mengungkapkan semua itu agar kita kembali ke rumah kita yang sebenar-nya)
Kebencian bukan rumah kita…
Kemarahan bukan rumah kita…
Iri hati bukan rumah kita…
Kebodohan bukan rumah kita…
Keakuan bukan rumah kita…
Keserakahan bukan rumah kita…
Semua hal-hal itu bukanlah rumah kita…
Rumah kita sesungguhnya adalah cinta kasih…
Rumah kita sesuangguhnya adalah saling menyayangi…
Mari…
Mari…
Mari kita pulang ke rumah kita sesungguhnya…
Beliau juga bercerita tentang sebuah syair *mahap, ini merry beneran lupa sapa penulis syair itu… hehehehe…
Lama saya ketok pintu…
Lama tak dibuka…
Tat kala pintu itu dibuka…
Saya ada didalamnya…
Saudara-saudara, teman-teman, sahabat-sahabat, soang-soang, dan semua yang membaca tulisan merry ini… Mery ingin menyampaikan…
Dari kedua hal itu, merry artikan lebih detail lagi maksud dan tujuan yang ingin beliau sampaikan…
Kita hidup sebagai manusia, perbanyaklah berbuat baik untuk bekal saat kematian itu menjemput…
*jadi teringat tulisan merry yang judulnya KEMATIAN
Kesempatan hidup menjadi manusia adalah KEBERUNTUNGAN yang LUAR BIASA, apalagi terlahir di keluarga dan lingkungan dengan tingkat SEPIRITUAL yang TINGGI…
Dapat mengerti dan memahami maksud PAK GEDE PRAMA diatas adalah BERKAH UTAMA…
Apalagi dapat menjalankan semua itu merupakan BERKAH UTAMA banget!!!
Beliau dan juga BHANTE PANNA menganjurkan kita untuk tidak melekat pada KESEDIHAN & KEBAHAGIAAN…
Merry masih ingat beliau-beliau itu berkata, “Setiap kesedihan itu muncul… Sadarilah… Setiap kesenangan itu mucul.. Sadarilah… Apapun bentuk-bentuk pikiran yang muncul… Sadarilah… Lewati dualitas tersebut… Sampai akhirnya kita berada disuatu kondisi yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan saja…”
Satu pesan terindah disaat penghujung acara itu PAK GEDE PRAMA berkata, “Memandanglah seperti langit, bertindaklah seperti bumi”
Memandanglah seperti langit maksudnya pandanglah semua hal di dunia ini dari kacamata KEBAIKAN, bukan berarti kalo KORUPSI, MEMPERKOSA, MENCURI, MEMBUNUH itu BAIK, mari kita lanjutkan arti kedua dibawah ini…
Bertindaklah seperti bumi maksudnya kita berbuat baik pasti akan mendapatkan kebaikan, kita berbuat jahat pasti akan mendapatkan kejahatan pula… Mereka yang menanam jagung di bumi ini, pasti akan panen jagung, begitu juga mereka yang menanam padi di bumi ini, pasti akan panen padi…
Semoga beberapa ringkasan dari nasehat beliau-beliau itu dapet kita mengerti, pahami, dan jalankan!!!
Eitssssssssss………..
STOP…..!!!
Jangan cepat berkata “SULIT” karena merry yakin, ini juga berdasarkan ilmu psikologi yang sudah merry pelajari dan sudah beberapa kali dipraktekkan… Bila kita merasa itu SULIT, alangkah baeknya bila kita berkata, “GAMPANG bila kita mau berusaha dan berusaha untuk menjadi baek”
Sekian pidato kenegaraan merry, karena waktu yang terbatas… Merry kembalikan pada ketua panitia acara ini… lahhhhh… kok?!?!?!
)
SEMOGA BERMANFAAT UNTUK KITA SEMUA!!!
Salam,
Meryanti Liem
Filed under: 1
Saya hanya mendapatkan skrip wejangan oleh Sri Pannyavaro Mahathera dari Pak Hud, mungkin ini adalah sisi lain dari acara saat itu
waow… surprised i found this blog after more than year being hiatus. your writing reminds me to back home again, and again.
lucky to be there also at that time. such a berkah utama….
thanks for the great review, and salam kenal. mungkin saja saat itu kita duduk one row. hehehe